Selasa, 22 Oktober 2013

Motor stater konvensional

Pada motor stater umumnya dipergunakan elektromagnetik, yang terjadi pada field coil yang dirangkai secara seri dengan armature.


karateristik motor stater
  • Makin besar arus yang dipergunakan motor, makin besar torsi yang dibangkitkan.
  • Makin cepat berputarnya motor, makin besar gaya elektromotive yang dibangkitkan armature, tetapi semakin kecil arus yang mengalir.
 motor stater konvensional

motor stater konvensional terdiri dari beberapa bagian :
  • Yoke
  • armature
  • brush
  • stater clucth
  • field coil
  • drive housing
  • magnetic switch
  • brush spring
  • pinion gear
yoke assy

terdiri dari :
  • yoke untuk menopang pole core
  • pole core untuk menopang field coil dan memperkuat medan magnet
  • field coil untuk membangkitkan medan magnet








armature


untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik ( gerak putar )









brush holder dan brush negatif dan spring




berfungsi
  • sebagai pemegang brush
  • brush negatif untuk meneruskan arus dari armature koil ke massa
  • spring untuk menekan brush








stater clucth (over running clucth)

fungsi :
  • meneruskan putaran armature ke ring gear flywheel
  • mencegah terjadinya perpindahan putaran dari mesin ke armature






cara kerja stater clucth (over running cluth )

 pada saat start :
Jika outer race berputar lebih cepat dari inner race. maka roller akan terdorong oleh pegas ke sisi yang sempit, akibatnya inner race ikut berputar.
setelah mesin hidup
jika inner race berputar lebih cepat dari outer race (karena terbawa oleh putaran flywheel) roller akan terbawa ke sisi yang lebih lebar (melawan pegas), akibatnya inner race tidak berhubungan dengan outer race.

magnetic switch

fungsi
  • mendorong pinion gear agar dapat berhubungan dengan flywheel
  • memungkinkan arus yang besar dari baterai mengalir ke motor stater






skema cara kerja magnetic switch